Archive for the ‘langkah-langkah proses pengeboran’ Category

Jasa pembuatan Mesin Bor

mountain.jpgJasa pembuatan mesin bor jakro, meja putar,

electro, bor tranmisi mekanikal

Cara Pembayaran: Transfer Bank (T/T), Tunai Kemas & Pengiriman: Perakitan 1.set alat bor Negara Asal: Indonesia

20121219-065235.jpg

20121219-065253.jpg

20121219-065327.jpg

20121219-065341.jpg

20121219-065414.jpg

20121219-065448.jpg

20121219-065512.jpg

20121219-065628.jpg

20121219-071759.jpg

 

20121220-025511.jpg

20121220-025552.jpg

20121220-025624.jpg

proses pengeboran air tanah

20120219-011510.jpg20120219-142020.jpgPersiapan pengeboran, dalam tahap ini terdiri atas: –Pembuatan bak pengendap, bak penampung, serta saluran sirkulasinya. Yang perlu diperhatikan adalah volume dan sirkulasi fluida yang terlalu cepat. – Pemasangan balok landasan mesin, papan untuk saluran sirkulasi dan lantai dasar mesin. – Pengesetan mesin dan pompa – Pendirian menara. – Persiapan lainnya seperti lumpur bor Pengeboran dengan kedalaman dan diameter tertentu : •Pengoboran Inti dan non inti •Pengeboran Inti digunakan untuk eksplorasi dan survey geoteknik •informasi geoteknik (data rekahan, joint, dan struktur lainnya), informasi litologi, kualitas terhadap mineral tertentu, dll. •Eksplorasi informasi yang diperoleh tebal dan posisi endapan serta kualitas (melalui analisis kimia). •Pengeboran inti hanya dimungkinkan dilakukan dengan metode pengeboran putar •Panjang inti bor pada setiap run pengeboran akan dibatasi oleh panjang stang bor, Untuk pengeboran yang dalam maka akan lebih efektif menggunakan sistem wireline (core barrel diangkat cukup menggunakan sebuah kawat yang ditarik dari atas). •Sampel yang didapatkan dalam pengeboran inti adalah inti bor dan cutting. •Dalam pengeboran non (membuat lubang tanpa memperoleh inti bor). •Pengeboran non inti bisa dilakukan dengan metode pengeboran putar, tumbuk (cable tool), auger, bor Bangka, dll. •Dalam pengeboran non inti ini interpretasi bawah permukaan melalui cutting yang terangkat ke permukaan oleh fluida bor. Akurasi interpretasi geologi akan menemui banyak kelemahan terutama dalam ketepatan penentuan kedalamannya. •Hal penting dalam pengeboran non inti adalah bidang gerus (berai) mata bor yang lebih luas. TAHAPAN PENGEBORAN AIR Untuk pengeboran air perlu beberapa tahapan diantaranya adalah pengeboran awal (pilot hole), pengujian geofisika well logging, pembesaran lubang (reaming), konstruksi sumur, pembersihan sumur (development) dan pengujian (pumping test). 1 Pengeboran Awal (Pilot hole) Dimaksudkan untuk mengetahui litologi secara rinci. Biasanya menggunakan mata bor jenis tricone diameter 6” sampai kedalaman melebihi kedalaman konstruksi sumur yang direncanakan. 2 Pembesaran Lubang Bor (Reaming) Tujuannya dalam hal mendapatkan kemudahan : –peletakan pipa dan saringan (konstruksi) –peletakan pipa pengantar saat pengisian gravel dan grouting cement –peletakan pipa piezometer (kalau ada) –peletakan pipa pelindung sementara Konstruksi Sumur • Secepatnya dilakukan untuk menghindari keruntuhan. • Konstruksi sumur disesuaikan hasil pengukuran penampang lubang bor. • pengisian gravel (gravel packi berukuran 2-5 mm ke dalam ruang antara dinding lubang bor dengan dinding pipa dan dinding saringan melalui pipa penghantar 1,5” dari dasar sumur sampai kedalaman yang direncanakan. • Bersamaan dengan pengerjaan pengisian gravel dilakukan pemompaan lumpur (spulling) dari pompa melalui ruang pipa konstruksi. Pekerjaan ini harus diusahakan agar lumpur keluar melalui dinding pipa konstruksi dan dinding lubang bor tempat beradanya gravel dengan menutup ruangan di dalam pipa konstruksi. Spulling ini bertujuan untuk membuat gradasi gravel yang dimasukkan sehingga gravel tersusun dengan baik dan padat. • grouting cement, yaitu dengan cara memasukkan adonan semen ke atas permukaan gravel (ruang antara dinding pipa konstruksi dengan dinding lubang bor) melalui pipa penghantar 1,5”, selanjutnya pipa 1,5” dicabut satu persatu sampai semen mencapai permukaan. Pembersihan Sumur (Development) • Pembersihan sumur dilakukan melalui beberapa tahapan seperti: • 1. Pengocokan mekanis (surging) • Pengocokan mekanis dilakukan dengan menaik- turunkan stang bor atau pipa di antara stang bor atau pipa penghantar yang dipasang alat plunger, biasanya posisi terletak di dalam pipa jambang. Pengocokan mekanis dilakukan berkali-kali sampai kondisi air agak jernih. • Maksud dilakukan pengocokan mekanis ini adalah untuk : • mengeluarkan kotoran yang ada di dalam sumur (saat ditekan) • menghisap air dari akifer ke dalam sumur sehingga kondisi lumpur yang kental • menjadi encer (saat ditarik) dan kotoran-kotoran yang menempel dalam saringan terbawa ke dalam sumur • membantu proses pemadatan dan gradasi gravel (saat ditarik) Metode Pembersihan Lubang • Pembersihan dengan fluida (sirkulasi langsung atau normal), fluida (udara, air, atau lumpur) dipompa dengan tekanan ke bawah melalui stang bor, mata bor, dan kemudian membawa cutting ke permukaan di antara dinding lubang bor dan stang bor. • Pembersihan dengan fluida (sirkulasi terbalik), pada metode ini fluida dipompa ke bawah melalui lubang di antara dinding lubang bor dan stang bor, kemudian melewati mata bor, dan naik ke atas melalui lubang di dalam stang bor. Kedalaman & Ukuran Lubang Bor : Tipe pengeboran harus sesuai dengan kedalaman dan ukuran lubang bor yang diinginkan. Sebagai contoh bor auger tangan hanya dapat melakukan pengeboranpada beberapa meter kedalaman dan ukuran lubang yang kecil. Beberapa tipe pengeboran dapat diaplikasikan pada rentang ukuran lubang bor tertentu,Cable tool, ukuran lubang 100 mm s/d 400 mm (4-16 in) dan sampai kedalaman 1500 m (5000 ft). Slim rotary (diamond), ukuran lubang 30 mm s/d 100 mm (1-4 in) dan sampai kedalaman 1500 m (5000 ft) APLIKASI : Tipe pengeboran juga dapat diklasifikasikan berdasarkan aplikasinya seperti cable tool untuk pengeboran air, rotary untuk pengeboran minyak, hammer untuk pengeboran pada kuari, dll. Dalam hal ini klasifikasi lebih banyak ditentukan oleh sifat formasi seperti ditunjukkan dalam daftar berikut: o Pengeboran pada formasi yang terkonsolidasi – Cable – Sampel bagus – Rotary mud – Tingkat penetrasi cepat – Rotary air – Sangat cepat pada formasi yang kering dan kohesif – Rotary mud reverse – Sampel bagus, penetrasi cepat, menjaga kondisi dinding – Auger – Murah dan cepat pada formasi kering – Jetting – Murah pada kondisi air yang melimpah •Pengeboran pada formasi yang stabil (high drillability) –Rotary – Semua fluida memberikan hasil yang bagus –Cable tool – Bagus tetapi lebih lambat –Hammer – Sampling chip dan air, penetrasi cepat –Diamond coring – Lebih lambat dari hammer, sampel lebih sempurna •Pengeboran pada formasi yang stabil (low drillability) –Hammer – Penetrasi cepat –(Top hole untuk pengeboran dangkal dan down hole untuk pengeboran dalam) –Diamond drills – Informasi lengkap dan inti lebih bagus –Heavy rotary drills – Murah dan cepat •Pengeboran pada formasi boulder dan breksi keras •Beberapa tipe pengeboran dapat dilakukan dalam berbagai teknik pengeboran, dalam hal ini aplikasi akan menentukan teknik pengeboran yang digunakan. Dalam hal aplikasi untuk mendapatkan informasi bawah permukaan maka sistem kontrol yang cermat dan interpretasi semua indikator pengeboran adalah parameter yang diutamakan. •Dalam aplikasi untuk lingkungan maka metode pengeboran harus tidak memberikan dampak terhadap kualitas sampel kimia maupun biologi. Kondisi seperti ini memerlukan modifikasi dalam teknik pengeboran. •Dalam aplikasi yang membutuhkan sampel inti maka metode pengeboran dipilih terhadap proses penetrasi yang stabil sehingga akan memberikan inti yang lebih sempurna yang tertampung dalam core barrel. Transmisi ke Mata Bor Transmisi Tenaga • Ahli bor harus mengendalikan dan mengontrol kinerja mata bor dari posisi collar lubang bor. Dalam banyak hal, tenaga diperlukan untuk membuat mata bor bekerja menggali dimana tenaga berasal dari titik collar lubang bor. Tenaga harus ditransmisikan ke bawah lubang bor dimana mata bor bekerja. Transmisi tenaga dapat berlangsung dengan perantara: • Cable • Pergerakan memutar dari pipa dan stang bor • Pergerakan axial dari pipa dan stang bor • Aliran fluida Kontrol Mata Bor •Transmisi tenaga tidak dilakukan secara efisien, tenaga harus ditransmisikan pada prosedur yang tepat sehingga mata bor akan menggali batuan secara efisien. •Pada cable tool, kawat (cable) dikontrol melalui dua hal yaitu pergerakan yang ditentukan oleh panjang hentakan, tingkat hentakan, dan kecepatan pengangkatan/ penjatuhan selama proses hentakan. Pengontrol yang kedua adalah bentuk dan berat peralatan pengeboran yang akan menambah tenaga untuk memberaikan batuan. •Pada sistem pengeboran putar dengan pipa dan stang, mata bor lebih terkontrol oleh karena: • Gaya dorong dan tekanan yang dipertahankan pada rangkaian bor • Tenaga putaran • Diameter dari rangkaian bor (berhubunga dengan Ø lubang bor) • Kecepatan putaran • Kecepatan pergerakan rangkaian bor ke dalam dan keluar lubang bor • Bentuk dan berat dari rangkaian bor

pertama kali sebelum membuat sumurbor, langkah langkahnya adalah sbb :

- survey lapangan, geolistrik atau tidak?

– bila yakin titk bor ok, maka persiapan&mobilisasi

– Alat dan personil

-mendirikan rig (menara bor), settig mesin bor

– Bikin bak lumpur (sirkulasi)

-Mulai Pilot hole (Percobaan pemboran), dengan dicermati tiap kedalaman dan kandungan batuannya (litologi batuan tiap meter perlapisan).dan dicatat waktu kecepatan pemboranya.

– kemudian dilaksanakan loggingtest (untuk mengetahui lapisan air tanah /aquifer)

-setelah tet logging yakin ada air maka dilakukan ramming (pembesaran lobang bor),

-kemudian dilanjutkan konstruksi pipa dan screen (saringan)

-kemudian disi bagian annulus dengan gravel

-setelah konstruksi dan gravelling,dilakukan pembersihan sumur

– terus pumpingtest

-kalau mau tau hasil dari kwalitas airnya maka dibawa kelaboratorium (airnya dibawa 2 lt an pakai botol/jerigen tertutup jngan sampai kena angin)

-itu sekelumit dari cara pembuatan sumur, untuk lebih lanjut boleh saya bikinkan dengan saling menguntungkan, trimakasih. semoga bermanfaat..NB. tiap lokasi belum tentu sama kwalitasnya.

hubungi kami :

a rojak hp. : 08161661227

: 081380897766

e_mail. : servicepompa@gmail.com

servicepompa

 

 

20121219-070314.jpg

20121219-070507.jpg20121219-070426.jpg

 

20121219-070536.jpg

 

20121219-070803.jpg20121219-070723.jpg

proses pengeboran

Bagai mana pemboran sumur di lakukan?
Pemboran sumur di lakukan dengan mengkombinasikan putaran dan tekanan pada mata bor.Pada pemboran konvensional,seluruh pipa bor di putar dari atas permukaan dengan alat yang di sebut turntable. turntable ini diputar oleh mesin desel,baik secara elektrik ataupun tranmisi mekanikal.
Dengan putaran,roda gerigi di mata bor akan menggali bebatuan.daya dorong mata bor di peroleh dari berat pipa bor.Semakin dalam sumur di bor,semakin banyak pipa bor yang di pakai dan di sambung satu persatu.
Selama pemboran lumpur di pompakan dari pompa lumpur masuk melalui dalam pipa bor bawah menuju mata bor.Nosel di mata bor akan menginjeksikan lumpur tadi keluar dengan kcepatan tinggi sng akan membantu menggali bebatuan.Kemudian lumpur naik kembali kepermukaan lewat annulus, yaitu celah antara lubang sumur dan polah bor,membawa cutting hasil pemboran.
Mengapa di gunakan lumpur untuk pemboran?
Lumpur umumnya campuran dari tanah liat (Clay),biasanya bentonite, dan air utk membawa cutting keatas permukaan.
Lumpur berfungsi sebagai lubrikasi dan medium pendingin untuk pipa pemboran dan mata bor.
Lumpur merupakan komponen penting dalam pngendalian sumur (well control) karena tekanan hidrostatisnya di pakai untuk mencegah fluida pormasi masuk ke dalam sumur.lumpur juga membentuk lapisan solid sepanjang dinding sumur(filter-cake) yang berguna untuk mengontrol fluida yang hilang kedalam formasi (fluid-loss)
Mengapa pengerjaan logging di lakukan?
Logging adalah teknik untuk mengambil data-data dari formasi dan lubang sumur dengan menggunakan instrument khusus.
Pekerjaan yang di lakukan meliputi pengukuran data-data properti elektrikal (resistivitas dan konduktovitas pada berbagai frekuensi) data nuklir secara aktif dan pasif,ukuran lubang sumur ,pegumpulan sampel fluida fluida formasi,pengambilan material formasi(coring) dari dinding sumur dst
Logging tool ( peralatan utama Logging berbentuk pipa pejal berupa alat sensor pengirim dan penerima sinyal ) di turunkan kedalam sumur melalui tali baja berisi kabel listrik ke kedalaman yang di inginkan . Biasanya pengukuran di lakukan pada sa’at Logging tool di tarik ke atas.
Logging tool akan mengirim sesuatu. “sinyal” (gelombang suara,arus listrik,tegangan listrik,Medan magnet,partikel nuklir,dsb) kedalam formasi lewat dinding sumur.sinyal tsb akan di pantulkan oleh berbagai macam material di dalam formasi dan juga material dinding sumur.Pantulan sinyal kemudian ditangkap oleh sensor penerima di dalam Logging tool lalu di komversi menjadi data digital dan di transmisikan lewat kabel Logging ke unit di permukaan. Sinyal tersebut lalu di olah oleh seperangkat komputer menjadi berbagai macam grafik dan tabulasi data yang di print pada continous paper yang dinamakan log.Kemudian log tersebut akan diinterpretasikan dan di evaluasi oleh geologis dan ahli geofisika hasil sangat penting untuk pengambilan keputusan baik pada saat pengeboran ataupun tahap produksi nanti.
Logging-While-Drilling ( LWD ) adalah pengerjaan Logging yang di lakukan bersamaan pada awan membor. Alatnya dipasanng di dekat mata bor.Data dikirimkan melalui pulsa tekanan lewat lumpur pemboran ke sensor di permukaan .Setelah diolah lewat serangkaian komputer hasilnya juga berupa grafik log di atas kertas.LWD berguna untuk memberi informasi formasi (resistivitas, porositas, sonic dan gamma-ray) sedini mungkin pada sa’at pemboran.
Mud Logging adalah pekerjaan mengumpulkan, menganalisis dan merekam semua informasi dari partikel solid, cairan dan gas yang terbawa ke permukaan oleh lumpur pada saat pemboran.Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui berbagai parameter pemboran dan formasi sumur yang sedang di bor.
Mengapa sumur harus di semen ?
Penyemenan sumur di golongkan menjadi dua bagian:
Pertama,primeri cementinng,
yaitu Penyemenan pada saat sumur sedang di buat.
Sebelum Penyemenan ini di lakukan,casing di pasang dulu sepanjang lubang sumur. Campuran semen (air+semen+aditif) di pompakan kedalam anulus (ruang/celah antara dua tubular yang berbeda ukuran,bisa casing dengan lobang sumur,bisa casing dengan casing).
fungsi utamanya untuk pengisolasian berbagai macam lapisan formasi sepanjang sumur agar tidak saling berkomunikasi fungsi lainnya menahan beban aksial casing dengan casing berikutnya, menyokong lubang sumur (borhole).
Kedua,Remedial cementinng,
Yaitu penyemenan pada sa’at sumurnya sudah jadi.tujuannya bermacam-macam,bisa untuk mereparasi primary cementing yang kurang sempurna,bisa untuk menutup berbagai macam lobang di dinding sumur yang tidak di kehendaki (misalnya lubang performasi yang akan di sumbat,kebocoran di casing dst)dapat juga untuk menyumbat lubang sumur seluruhnya.
Semen yang di gunakan adalah semen jenis portland biasa.
Dengan mencampurkannya dengan air,jadilah bubur semen
( cement slurry). Di tambah dengan berbagai macam aditif,properti semen dapat di pariasikan dan di kontrol sesuai yang di kehendaki.
Semen air dan bahan aditif di campur di permukaan dengan memakai peralatan khusus.Sesudah menjadi bubur semen, lalu dipompakan kedalam sumur melewati casing.
Kemudian bubur semen ini di dorong dengan cara memompakan fluida lainnya, seringnya lumpur atau air,terus sampai kedasar sumur,keluar dari ujung casing masuk lewat annulus untuk naik kembali kepermuka’an Diharapkan seluruh atau sebagian dari annulus ini terisi oleh bubur semen.
Setelah beberapa waktu dan semen sudah mengeras, pemboran bagian sumur yang lebih dalam dapat di lanjutkan.
Untuk apa directional drilling di lakukan?
Secara konvensional sumur di bor berbentuk lurus mendekati arah vertikal.
Directional drilling ( pemboran berarah ) adalah pemboran sumur dimana lubang sumur tidak lurus vertikal,melainkan terarah untuk mencapai target yang di inginkan.
Tujuannya dapat bermacam-macam :
Sidetacking : jika ada rintangan di depan lubang sumur yang akan di bor,maka lubang sumur dapat di letakan atau di letakan atau dibelokan untuk menghindari rintangan tersebut.
Jikalau reservoir yang diinginkan terletak tepat dibawah suatu daerah yang tidak mungkin dilakukan pemboran, Misalnya kota,pemukiman penduduk,suaka alam atau suatu tempat yang lingkungannya sangat sensitif.Sumur dapat mulai di gali dari tempat lain dan diarahkan menuju reservoir yang bersangkutan.
Untuk menghindari salt-dome ( formasi garam yang secara kontinyu terus bergerak ) yang dapat merusak lubang sumur.
Sering hidrokarbon ditemui di bawah atau sekitar salt-dome.pemboran berarah dilakukan untuk dapat mencapai reservoir tsb dan menghindari salt-dome.
Untuk menghindari fault (patahan geologis).
Untuk membuat cabang beberapa sumur dari satu lubang sumur saja di permukaan .
Untuk mengakses reservoir yang terletak di bawah laut tetapi rignya terletak di darat sehingga lebih murah.
Umumnya di offshore,beberapa sumur dapat di bor dari satu platform yang sama sehingga lebih mudah,cepat dan lebih murah.
Untuk relief well kesumur yang sedang tak terkontrol ( blow-out)
Untuk membuat sumur horisontal dengan tujuan menaikan produksi hidro karbon.
Extended reach : sumur yang mempunyai bagian horizontal yang panjangnya lbih dari 5000m.
Sumur multirlateral : satu lubang sumur di permukaan tetapi mempunyai beberapa cabang scara laferal di bawah, untuk dapat mengakses beberapa formasi hidrokarbon yang terpisah.
pemboran berarah dapat di kerjakan dengan peralatan membor konvensional,dimana pipa bor di putar dari permukaan untuk memutar mata bor di bawah.kelemahannya,sudut yang di bentuk sangat terbatas.
Pemboran berarah sekarang lebih umum di lakukan dengan memakai motor berpenggrak lumpur ( Mud motor ) yang akan memutar mata bor dan di Pasang di ujung pipa pemboran.sluruh pipa pemboran dari permukaan tidak perlu di putar , pipa pemboran lebih dapat “di lengkungkan” sehingga lubang sumur dapat lebih fleksibel untuk di arahkan

Cara mengebor minyak bumi
Berbicara tentang energi tentu tidak bisa lepas dari minyak bumi, ketergantungan kita terhadap minyak bumi terus berlangsung hingga saat ini. Minyak bumi bisa didapat dengan cara pengeboran baik di darat ataupun lepas pantai.

Proses pembentukan minyak bumi

minyak bumi terbentuk dari sisa-sisa tumbuh-tumbuhan dan hewan yang mati sejak zaman dahulu, diperkirakan sekitar 10 sampai 600 juta tahun yang lalu. Setelah organisme tersebut mati, jasad mereka tertinggal di cekungan dasar laut membentuk endapan lumpur yang kaya akan lumpur organik.

Setelah beribu-ribu tahun lumpur organik tersebut terkubur dan termampatkan oleh lapisan sedimen diatasnya dan berlahan-lahan berubah menjadi senyawa komplek campuran antara hidrogen dan karbon. Campuran senyawa kompleks inilah yang kita kenal sebagai minyak bumi.

Proses pencarian minyak bumi

Proses pencarian (eksplorasi) minyak dari perut bumi dilakukan oleh ahli geologis. Cara modern yang digunakan oleh geologis dalam mencari minyak bumi dengan menggunakan pencitraan satelit dan menganalisa permukaan bebatuan. Setelah geologis melakukan serangkain analisa dan menyatakan bahwa dilokasi tersebut ada minyak maka tugas selanjutnya diambilalih oleh Ahli geofisika.

Para ahli geofisika mempelajari sifat-sifat fisik dari lapisan tanah. Berbagai metode digunakan dalam tahapan ini untuk mendukung hasil yang telah didapat oleh ahli geologis. Peralatan yang digunakan untuk pencarian minyak bumi ini seperti Gravimetry (untuk mengukur adanya aliran minyak karena adanya sedikit perbedaan grafitasi bumi), Magnetometry (untuk mengukur perubahan medan magnetik akibat adanya aliran minyak), dan Sniffers yang berupa alat elektronik yang digunakan untuk mendeteksi bau hidrokarbon. Yang paling sering digunakan adalah seismologi.

Cara kerja seismologi untuk mencari minyak bumi.

Seismologi bisa digunakan untuk mencari cadangan minyak bumi baik di darat maupun di laut. Bagian utama seismologi yaitu pemicu getaran dan penerima sinyal. Pemicu getaran ada seperti Compressed-air gun (khusus di gunakan untuk ekplorasi lepas pantai), Thumper truck (untuk esplorasi minyak di daratan), dan bahan peledak.

Bunyi atau getaran yang dihasilkan oleh Thumper truck memancar kan sinyal atau gelombang bunyi, sinyal akan kembali dipantulkan kembali oleh batas antar lapisan batuan yang berbeda ditangkap oleh geophone, data kemudian di kirim ke truk yang berfungsi sebagai pusat kendali. Dengan mendeteksi pantulan tersebut para ahli bisa menggambarkan bisa menggambarkan peta susunan batuan di bawah permukaan bumi untuk menemukan cadangan minyak.

Proses pengeboran minyak bumi

Jika cadangan minyak bumi positif pada suatu lokasi maka proses pengeboran mulai di lakukan. Berikut ini bagian bagian peralatan Rig yang digunakan untuk mengebor di daratan.

Hoist attachment (1), Derrick (2), Traveling block (3), Hook (4), Injection head (5), Mud injection column (6), Turntable driving the drilling pipes (6), Winches (7), Motors (8), Mud pump (9), Mud pit (10), Drilling pipe (11), Cement retaining the casing (12), Casing (13), Drill string (14), Drilling tool (15).
Rig digunakan untuk mengebor dengan kedalaman 100 sampai 4000 meter tapi ada juga yang sampai 6000 meter. Rig dilengkapi mata bor dengan diameter 20 sampai 50 sentimeter. Mata bor ini yang berputar menembus perut bumi.

CV.CHIKA MAKMUR INDONESIA

20121126-004747.jpg

20121219-071132.jpg

20121219-071219.jpg

20121219-071315.jpg

20121219-071436.jpg

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: